Kebiasaan Buruk Penduduk Indonesia

Senin, 17 Juni 2013


Dibawah ini akan saya paparkan secara singkat, padat dan jelas tentang ciri khas dan kebiasaan penduduk Indonesia. Apa saja kebiasaan rakyat Indonesia ? mari kita baca bersama-sama:

    "Kapan libur?" merupakan suatu pertanyaan yang sangat sering ditanyakan oleh orang Indonesia
    Anak-anak kecil di Indonesia lebih hafal lagu-lagu pop, rock, dan semacamnya daripada lagu- lagu wajib nasional Indonesia (bahkan lagu Indonesia Raya)
    Ancol selalu ramai di hari Lebaran dan Tahun Baru
    Artis-artis Indonesia yang sudah kurang laku, mencoba peruntungan di dunia politik
    Bahasa gaul dan bahasa SMS adalah salah satu bahasa wajib di Jakarta
    Banyak orang yang tidak membeli karcis KRL Ekonomi, padahal harganya rata-rata hanya berkisar antara Rp1.500,00 – Rp2.500,00
    Banyak yang menuntut hak padahal mereka belum melakukan kewajiban
    berbicara dengan bahasa daerah di tengah-tengah orang-orang yang tidak mengerti bahasa tersebut adalah suatu kepuasan batin
    Cinta ditolak? Dukun bertindak!
    Dangdut sangat digemari oleh masyarakat luas(terutama di pulau JAWA)
    di Indonesia, seseorang bisa jatuh pingsan ketika bertemu dengan idolanya
    di Indonesia, setiap guru Bahasa Indonesia memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang Bahasa Indonesia, tidak ada yang sama. Jawaban mengenai satu soal EYD (misalnya) bisa menjadi sangat rumit dan beragam (berbeda-beda) bila ditanyakan oleh guru-guru Bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke
    di setiap pesantren, Kiyai tidak pernah salah
    di setiap truk-truk pengangkut barang biasanya terdapat gambar-gambar lukisan wanita di bagian belakang
    di Universitas-universitas di Indonesia banyak remaja yang berminat belajar di Fakultas Hukum:
    diberhentikan oleh polisi lalu lintas berarti harus siap-siap merogoh kocek Anda
    Dufan adalah tempat yang cocok untuk berbagai masalah asmara dan percintaan
    Film horor selalu menjadi suatu tontonan yang ramai ditonton
    Hampir 80% tayangan stasiun televisi swasta di Indonesia adalah sinetron-sinetron yang tidak mendidik
    Hampir semua orang menyukai masakan Padang
    Hampir tidak ada orang yang mengatakan "naik bus Transjakarta", tapi orang-orang lebih sering mengatakan, "naik Busway"
    Hukum di Indonesia sangat payah
    Iklan-iklan SMS registrasi sangat mewabah di Indonesia
    Jakarta itu keras
    Jakarta selalu banjir saat hujan menguyur.
    Jakarta selalu macet (apalagi hari senin pagi.)
    Jalan-jalan berlubang di Jakarta dan sekitarnya rata-rata baru diperbaiki ketika akan ada pemilihan lurah, camat, walikota, atau gubernur
    Kata-kata yang sangat mudah diucapkan oleh orang Indonesia adalah kata "maaf" (tapi kemudian diulangi lagi)
    Kebiasaan orang Jakarta salah satunya adalah pergi mudik ketika mendekati Lebaran dan kemudian membawa sanak saudara lainnya dari kampung untuk ikut tinggal di Jakarta
    Kebutuhan paranormal di Indonesia tidak akan pernah habis
    Kebutuhan sex remaja semakin meningkat
    Kehidupan malam di Jakarta sangat "wow"
    Kejujuran adalah hal yang kurang populer di negeri ini
    Ketika perut kosong, orang-orang bisa menjadi anarkis, tapi akan menjadi kalem bila perut sudah terisi
    Korupsi adalah hal yang sangat lazim di Indonesia
    Korupsi tidak selalu identik dengan uang
    Koruptor punya link yang sangat bagus sehingga tidak perlu khawatir akan tindakannya
    KRL Ekonomi di Jakarta selalu penuh sesak di pagi hari
    KRL terlambat bukan suatu masalah baru
    Liburan ke Bali berarti orang kaya
    Mayoritas mahasiswa hobi berdemo
    Maling ayam biasanya dihabisi dan dipukuli oleh masyarakat (paling parah dibakar)
    Masalah penipuan, pembajakan, dan pemalsuan, Indonesia ahlinya!
    Masalah-masalah di Indonesia tidak pernah selesai karena di Indonesia berlaku tiga macam sudut pandang, yaitu dari sisi teologi (agama), metafisik (supranatural), dan ilmiah, sedangkan negara-negara maju tidak lagi memandang suatu masalah dari sudut pandang metafisik dan teologi, hanya dari masalah ilmiah saja. Ketiga sudut pandang ini tidak akan pernah bisa menyatu, itulah salah satu alasan mengapa Indonesia tidak maju-maju
    Maskapai penerbangan Indonesia sangat berani terbang bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun
    Masyarakat muslim di Indonesia tidak pernah merayakan sholat Idul Fitri secara serempak karena masing-masing merasa paling pintar dan paling benar
    Mayoritas supir-supir angkutan umum di Jakarta adalah oran Batak dan orang Minang
    Menambahkan gelar "haji" setalah pergi ke Tanah Suci adalah suatu keharusan
    Mengemis adalah salah satu pekerjaan para perantau yang kurang berhasil di Jakarta
    Mengerjai junior ketika ospek merupakan suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi para senior.
Sumber : http://berita-8.blogspot.com/2012/03/50-kebiasaan-buruk-yang-sering-di.html

Bagaimana Kualitas Penduduk ?


Bagaimana kualitas penduduk Indonesia? Secara spontan kita pasti akan mengatakan bahwa kualitas penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Kualitas penduduk dicerminkan dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.
a.   Tingkat Pendapatan
Pendapatan penduduk Indonesia walaupun mengalami peningkatan tetapi masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Perhatikan tabel berikut ini.Pendapatan Per Kapita Beberapa Negara Tahun 2010 No. Negara       Pendapatan Per Kapita (US $)
1.
Amerika Serikat
47.140
2.
Australia
43.740
3.
Jepang
42.150
4.
Malaysia
7.900
5.
Singapura
40.920
6.
Indonesia
2.580
7.
Thailand
4.210
8.
Filipina
2.050
9.
Inggris
38.540
10.
Korea Selatan
19.890
Dengan pendapatan per kapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai kesejahteraan. Rendahnya pendapatan per kapita penduduk di Indonesia terutama disebabkan oleh :
Pendapatan nasional yang masih rendah. Hal ini disebabkan sumber daya alam yang dimiliki belum sepenuhnya dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan penduduk yang tinggi tiap tahunnya.Masih rendahnya penguasaan teknologi oleh penduduk sehingga pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam kurang optimal.

b.   Tingkat Pendidikan
Pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan mutu pendidikan penduduk melalui berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, seperti program beasiswa, adanya bantuan operasional sekolah (BOS), program wajib belajar, dan sebagainya. Walaupun demikian, karena banyaknya hambatan yang dialami, maka hingga saat ini tingkat pendidikan bangsa Indonesia masih tergolong rendah.
Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia sebagai berikut :
Rendahnya pendapatan per kapita penduduk, menyebabkan orang tua tidak mampu membiayai anaknya sekolah, sehingga banyak anak yang putus sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.
    Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada seperti kelas, guru, dan buku-buku pelajaran. Hal ini menyebabkan tidak semua anak usia sekolah tertampung belajar di sekolah, terutama di daerah pelosok dan terpencil yang sulit dijangkau program pemerintah.
    Masih kurangnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga anak tidak disekolahkan tetapi justru diarahkan untuk bekerja membantu memenuhi ekonomi keluarga.

c.   Tingkat Kesehatan
Tingkat kesehatan penduduk merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan pembangunan. Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya.Hal ini terlihat dari tingginya angka kematian bayi dan angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Rendahnya kualitas kesehatan penduduk umumnya disebabkan oleh :
Lingkungan yang tidak sehat.
Gejala kekurangan gizi yang sering dialami penduduk.
Penyakit menular yang sering terjangkit.
Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
Sumber :
http://wandylee.wordpress.com/2012/04/26/bagaimana-kualitas-penduduk-indonesia/